Malam ini mungkin aku nulis tentang curhatanku..
Kenapa aku bilang malam ini? Karena aku nulisnya jam 11 malam.. hhee
Jika kamu tidak suka membaca curhatan, lebih baik tutup aja pindah keblog lain gitu.. karena curhatan aku biasa aja, takutnya juga membuang-buang waktu kalian.. hhheee
Okkee.. next..
Yang lain pada galau karena cinta..
Kenapa aku galau karena diriku sendiri ya.. *sambil berpikir
Kamu pernah apa tidak, merasa diperlakukan tidak adil.
Kamu pernah atau tidak, merasa tidak ada yang lebih sayang dari kamu.
Sehingga kamu merasa iri dengan seseorang yang menurut kamu, seseorang tersebut terlihat spesial dimata orang lain..
Kalau iya..
Berarti apa yang kamu rasakan itu sama apa yang aku rasakan sekarang..
Kalau tidak, berarti cuma aku yang lagi galon sendiri.. galau maksudnya.. hheee
Waktu kakakku belum meninggal, aku termasuk anak kedua..
Tapi karena kakakku sudah meninggal, berarti aku sekarang anak pertama dari ketiga saudara aku .
Dari dulu sampai sekarang, aku merasakan sesuatu dalam keluargaku..
Aku merasa agak menjadi asing dikeluargaku, ketika melihat kehidupan adik-adikku..
Adikku yang terakhir, aku merasa dia disayang banget sama mamah dan papah
Sedangkan adikku yang pertama, aku merasa dia disayang banget sama nenekku..
Aku tahu, aku sekarang sudah dewasa, tapi apakah rasa cemburu sama orang yang aku sayangi itu tidak boleh? Aku kan cemburunya wajar. Seperti kalian cemburu dengan seorang pacar.
Tapi kali ini aku cemburu sama saudara-saudaraku.
Kalau adik aku yang terakhir, aku merasa wajar adikku disayang banget ama mamah dan papah karena dia kan masih kecil banget, ditambah dia anak paling terakhir dan anak laki-laki satu-satunya.
Kalau yang adik keduaku ini, aku merasa sedih jika direnungkan.
Pertama, aku lihat dan aku rasakan, kayaknya nenekku sayang banget sama adikku yang pertama. Apa yang dia inginkan, selalu nenekku yang cari dan belikan. Kalau adikku pertama nakal, nenekku tidak pernah marahin dia. Tapi kalau aku mencoba nakal dan adikku yang terakhir nakal, kita dimarahin habis-habisan.
Herannya nich.. setiap nenekku sedang menasihati, adikku yang pertama malah ngelawan dan membentak nenekku. Itu kan tidak sopan. Padahal nenekku sayang banget sama dia, tapi kenapa adikku sikapnya kayak ngajak beratem sama temannya.
Kalau aku nasihatin adikku yang pertama, aku juga dibentak dan ngomongnya teriak-teriak nyeramahin balik, kan terkesannya aku yang salah. Jika nenekku lihat, nenekku memarahi aku, bukan memarahi adikku.. padahal kan aku masih menasihati adikku yang sikapnya tidak benar, tapi kenapa aku yang disalahin?
Astaghfirullah.. meskipun aku bukan cucu tersayang nenekku.. tapi aku tidak berani melawan, apalagi membentak.
Aku tahu, keluarga ku sayang sama aku. Tapi sikap mereka ke aku dan adik-adikku beda banget.
Apa karena aku anak pertama?
Apa anak pertama tidak berhak dapat kasih sayang sama kayak adik-adikku.
Setiap malam, aku selalu termenung sendiri dikamar.
Ya Allah, apakah pikiranku salah? Atau aku terlalu terbawa perasaan? Atau pirkiranku belum dewasa?
Atau apa yang aku fikirkan itu benar selama ini??
Lalu aku spesial dimata siapa??
Aku juga ingin lebih disayang seperti adik-adikku.. apa aku salah kalau aku cemburu?
Disitu, aku termenung dan teringat..
Aku merasa, alhamdulillah selama ini Allah selalu melindungi aku dari orang-orang jahat.
Ketika aku mencoba sabar dan ikhlas jika dijahati orang dan tidak balas dendam, aku merasa Allah selalu menghukum orang-orang tersebut lebih sakit dari apa yang aku rasakan, kayak karma gitu.
Semenjak aku punya sahabat yang nikung dari belakang. Setiap aku punya masalah, aku selalu curhat sama Allah. Pikiranku yang tadinya terasa berat banget kayak ditindihan batu kali yang gede-gede.. tapi ketika aku curhat sama Allah, aku merasa nyaman dan pikiranku jadi plong tidak ada beban.
Aku tau.. Allah sayang dengan semua makhluknya..
Tapi seenggaknya aku masih bisa merasakan rasanya diperlakukan spesial. Aku senang, Allah masih sayang aku, meskipun yang lain menganggap biasa terhadapku..
Atas kejadian itu, aku jadi berpikiran positif.
Mungkin Allah pingin aku mandiri, jadi tidak dimanja oleh orang tua dan nenek..
Dan mungkin Allah punya alasan dan punya cerita yang lebih indah daripada keinginanku..
Karena aku merasa Allah lebih banyak memberikan apa yang aku butuhkan, jarang mengabulkan apa yang aku inginkan...
Alhamdulillah.. Terimakasih ya Allah..